Note
Jika Anda menjalankan Dokploy di VPS publik (seperti Ubuntu) menggunakan Docker Swarm, secara default port panel (biasanya port 3000) akan terbuka secara bebas ke internet (0.0.0.0). Hal ini tentu berisiko karena panel manajemen aplikasi Anda bisa diakses oleh siapa saja.
Panduan ini merangkum langkah-langkah untuk menutup akses publik ke panel Dokploy dan memindahkannya ke jalur yang aman menggunakan SSH Local Port Forwarding (Termius) dan iptables (DOCKER-USER).
http://localhost:3000 atau http://127.0.0.1:3000.Alih-alih membuka port 3000 di VPS untuk umum, kita menggunakan fitur Local Port Forwarding pada SSH client (Termius).
Dokploy3000127.0.0.1localhost (atau 127.0.0.1)3000Sebelum mengamankan Docker, pastikan firewall standar UFW di VPS Anda aktif dan mengamankan port SSH utama agar Anda tidak terkunci keluar.
Masuk ke terminal VPS Anda, lalu jalankan perintah berikut:
# 1. Izinkan port SSH yang Anda gunakan (misal port 2202)
sudo ufw allow 2202/tcp
# 2. Aktifkan firewall UFW
sudo ufw enable
(Ketik y jika muncul peringatan tentang risiko koneksi SSH).
Karena Dokploy berjalan menggunakan Docker Swarm, aturan UFW standar seringkali dilewati oleh Docker karena Docker memanipulasi iptables secara mandiri.
Untuk memblokir akses publik ke port 3000 secara mutlak tanpa merusak fungsi internal Docker, gunakan rantai khusus DOCKER-USER di iptables:
sudo iptables -I DOCKER-USER -p tcp --dport 3000 -j DROP
-I DOCKER-USER: Menyisipkan aturan ke rantai khusus Docker sebelum trafik diteruskan ke kontainer.-p tcp --dport 3000: Menargetkan protokol TCP pada port 3000.-j DROP: Membuang paket data yang datang dari luar secara langsung (mengakibatkan timeout bagi publik).Setelah semua langkah di atas selesai, lakukan dua pengujian berikut untuk memastikannya:
Uji Akses Publik (Harusnya Gagal/Timeout):
http://IP_VPS_ANDA:3000Uji Akses via SSH Tunnel (Harusnya Berhasil):
http://localhost:3000 atau http://127.0.0.1:3000Catatan: Aturan iptables di atas bersifat sementara di memori. Jika VPS direstart, Anda mungkin perlu memasangnya kembali atau menggunakan paket iptables-persistent untuk menyimpannya secara permanen.